Home  »  Kesehatan  »  Jangan Pencet Jerawat

Jangan Pencet Jerawat

Sebagai wujud bakti dokter Indonesia kepada masyarakat, pada hari Sabtu (23/5) Perdoski (Persatuan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin) cabang Surabaya mengadakan bakti sosial, dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia yang jatuh setiap tanggal 20 Mei. Perdoski menyelenggarakan seminar sekaligus konsultasi gratis dengan target remaja usia sekolah. Tema yang diusung pun disesuakan dengan target mereka, yakni Jerawat Pada Remaja Permasalahan dan Solusinya.

”Remaja paling rentan terhadap penampilan, salah satunya jerawat, ada lho yang sampai nggak sekolah gara-gara jerawat,” dr. Ita Puspita Dewi, Sp.KK, ketua panitia Bakti Sosial Perdoski menjelaskan alasan dipilihnya remaja sebagai peserta seminar. Mulai dari SMA negeri, swasta, SMK negeri, SMK swasta, hingga Madrasah Aliyah menjadi undangan seminar yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Esty Martiana Rachmie.

Seminar yang menempati Gedung Wanita Candra Kencana ini dimulai dengan pemaparan dan penjelasan mendalam mengenai jerawat dan dibawakan oleh dr. Myrna Safrida, Sp. KK. Kemudian dilanjutkan oleh dr. Ita yang membawakan materi seputar cara perawatan kulit yang berjerawat.

Seperti yang dijelaskan dlalam materi seminar tersebut, bahwa jerawat sebenarnya tidak hanya terjadi pada remaja. Setiap orang, diperkirakan sekitar 85% dengan rentang umur 12 sampai dengan 25 tahun mengalami permasalahan jerawat. Pada orang-orang tertentu jerawat dapat menghilang dengan sendirinya, tetapi ada beberapa yang malah memburuk dan menimbulkan bekas parut permanen.

”Biasanya adik-adik ini suka menekan jerawat ya, nah setelah mengikuti seminar ini, saya harap adik-adik dapat meninggalkan kebiasaan buruk tersebut,” himbau dr. Myrna kepada para remaja yang umumnya gemar menekan paksa jerawat dengan alasan sebagai salah satu cara penghilangannya. Ia melanjutkan bahwa dengan menekan paksa jerawat maka akan mengakibatkan bekas pada kulit yang susah dihilangkan.

Beberapa penyebab timbulnya jerawat diantaranya adalah karena faktor herediter (keturunan). ”Umumnya kalau orang tuanya berjerawat, anaknya juga berjerawat,” tutur dr. Myrna kepada para remaja.

Penyebab lainnya adalah karena faktor aktivitas hormonal, seperti contohnya pada wanita ketika akan mengalami haid atau pada remaja ketika mengalami masa pubertas. Peradangan, stres, hiperaktivitas kelenjar minyak, akumulasi sel-sel kulit mati menjadi beberapa faktor pemicu timbulnya jerawat.

Usai mengikuti seminar sekitar kurang lebih dua jam, maka para siswa-siswi SMA ini dipersilahkan berkonsultasi pada sedikitnya 90 dokter spesialis yang bergantian mengisi 14 bilik konsultasi yang telah disediakan.

Selain menerima konsultasi gratis di lantai dasar, para remaja juga disuguhi pameran seputar kebangkitan nasional Indonesia yang ke-101. Karena Hari Bakti Dokter Indonesia ini bertepatan juga dengan Hari Kebangkitan Nasional dan tidak lama sebelum itu juga terdapat Hari Pendidikan Nasional, sehingga seminar ini juga diharapkan dapat mengenang kembali 101 tahun kebangkitan nasional dan hari pendidikan nasional, terlebih lagi undangan seminar tersebut adalah para remaja usia sekolah.

Data Pengiklan

admin has written 78 stories on this site.

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

UA-6711006-2